Selasa, 12 Februari 2013

Bukumu

aku suka sekali membaca buku. seperti menemukan kepuasan tersendiri saat kamu membaca setiap kata, halaman demi halaman, dan mencoba memahami arti dibalik setiap kata.
oh iya, selain membaca, aku juga suka mengoleksi buku. entah.. seperti ketagihan. apalagi wangi buku yang baru dibeli, itu merupakan wangi terenak setelah wangi masakan mamaku.
aku bisa menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk di toko buku saja. aku tidak pernah bosan dengan buku, dia selalu membuatku penasaran, penasaran dengan isi dari setiap buku yang berjejer rapi di rak buku, seakan memaksaku untuk membacanya.
oh iya ngomong-ngomong soal buku, bukumu masih di aku, ingat kan? hahaha masih belum aku baca sampai selesai-_-
bukumu sulit aku cerna, entah kamu yang terlalu pintar apa aku yang kurang paham. bukumu itu seperti kamu.
selalu membuatku penasaran, penasaran untuk membacamu. ketika aku mulai membaca dan seakan-akan mengerti, kemudian aku dibuat tidak mengerti. sungguh kamu itu buku yang sulit aku pahami.
tapi tak apa, bagiku buku selalu menjadi hal yang menarik untuk dipelajari, termasuk kamu.

Kamis, 07 Februari 2013

Pertama kali mendengar lagu Landon Pigg-Falling In Love At A Coffee Shop


Pikiran pertama langsung menembus batas waktu yang saat itu terlewatkan, oh bukan.. mungkin sengaja dilewatkan dengan berbagai alibi yang dibuat seakan sangat masuk akal.

Ragu. Bagaimana mungkin kamu bisa meyakini sesuatu hanya dari sebuah lagu yang sedang dimainkan oleh seseorang, dengan alasan bahwa ‘kamu berbeda’ dan kamu pantas untuk dinyanyikan olehnya.

Aneh. Sebuah lagu yang bahkan terdengar asing di telingamu bisa tiba-tiba mempunyai arti tersendiri, sampai kamu tidak bosan-bosan untuk memutar lagunya hingga ratusan kali. Kamu selalu tersenyum saat lagu itu mulai diputar dan tertangkap oleh pendengaranmu.

Non sense. Ketika sebuah lagu diputar, kamu seakan dibawa ke alam dimana hanya kamu saja yang mengerti apa yang sedang terjadi disana. Ya, alam imajinasi. Kamu bebas saja mau mengaturnya seperti apa, gila? Semua terlihat wajar saat kamu…… kamu tau sendiri lah perasaanmu bagaimana.

Dekat. Lagu membuat mu merasa lebih dekat dengan apapun, tergantung dari jenis lagu apa yang sedang kamu dengarkan. Bahkan lagu Falling In Love At A Coffee Shop ini bisa membawaku lebih dekat untuk kembali ke waktu dimana semuanya berawal.  

Yakin. Loh bagaimana sih? Awalnya menulis ragu, namun kemudian sekarang tertera lawan kata dari ragu. Tunggu.. semua berawal dari berbagai alasan yang aku tuliskan tadi. Semua itu berproses, termasuk proses untuk menjadi yakin, aku punya cara tersendiri untuk membuatku yakin akan sesuatu. Termasuk yakin dengan lagu itu.

Ketika waktu sedang memproses semuanya, ketika pada akhirnya ragu menjadi yakin, saat itulah semua yang awalnya samar-samar menjadi jelas. Dan saat semua jelas……………
*semuanya berjalan mengikuti waktu, kecuali lagu itu. dia tetap disana, lagu itu pun menjadi berarti

Senin, 04 Februari 2013

Penasaran


Beri tahu aku, siapa sebenarnya yang membawa hatimu, hingga kamu tak memilikinya sama sekali untukku?
Oh yaaaa. Mungkinkah pacarmu yang sekarang? Atau seseorang yang menyakiti hatimu dimasa lalu? Atau? Atau?
Sudahlah. Aku lelah menebak-nebak apa yang sebenarnya ada dihatimu. Kamu selalu bisa membuat semuanya abu-abu.
Ibarat permainan lotre, ada berbagai banyak hadiah yang disediakan. Tapi dari sekian banyak hadiah disana, aku hanya menginginkan satu, tapi bahkan kamu tidak menaruhnya disana. Kamu hanya menaruh barang tiruan yang mirip dengan apa yang aku inginkan, seolah-olah aku disuruh menebak mana yang asli. Memperjuangkan sesuatu yang sebenarnya palsu. Palsu? Ya mungkin saja, toh kamu itu kan abu-abu. Hitam bukan, putih pun juga bukan.
Kamu pikir ini merupakan sebuah permainan? Oh ya, kamu selalu menyukai permainan hati, dimana pada akhirnya kamu selalu berhasil mendapatkan hatiku, dan seperti biasa.. aku selalu tidak dapat apa-apa. Kamu hanya tersenyum melihat ekpresi kekalahan pada wajahku.
“Tak apa. Asal kamu senang”. Kataku pada saat itu.
Saat itu? ya. Saat dimana semua kepalsuanmu pun masih bisa kuterima, bahkan kalimat palsumu pun masih bisa menenangkanku.

Minggu, 20 Januari 2013

Cara Untuk Mengingat

aku bukannya takut kehilangan, hanya saja takut dilupakan, olehmu.
ketika kamu melarangku dengan sejuta alasan untuk tidak melupakanmu, aku iyakan. sekarang kamu pikir saja, bagaimana rasanya melihat orang yang melarang malah melakukannya? melupakanku.
dengan cara yang begitu keras, susah payah kamu melupakan semuanya. mendorong hatimu jauh-jauh untuk mengikuti logikamu, aku hanya duduk. memperhatikan semua usahamu itu. bukannya aku tidak peduli, justru aku menghargai semua usahamu.
bayangkan saja jika saat itu, setelah kamu lelah mendorong hatimu jauh, tiba-tiba aku datang. dengan enaknya menghampirimu tanpa peduli dengan rasa lelahmu. egois, iya kan?
aku tidak mungkin datang dengan mudahnya, karna saat memutuskan untuk pergi pun itu bukan hal yang mudah. menyembunyikan itu sama sulitnya dengan melupakan. sama-sama memaksakan hatimu untuk mengikuti kehendak logika.
setelah lama kamu mendorong hatimu, apakah kamu sudah melupakan?
sadarkah? terkadang melupakan merupakan cara yang terbaik untuk mengingat.